Bukan Sastrawan, cuma penggemar Fisika
Dalam senyapnya malam
Detik jam dinding semakin kencang
Seperti layaknya sebuah pelita
Yang hanya ada 1 di setiap rumah
Bila pagi tiba
Nyala pelita tak lagi jadi penting
Padahal bila senja datang
Hanya bulan yang mampu kalahkan sinarnya
Bertahun lalu, nenek sempatkan cerita
Betapa cantiknya purnama
Padang Bulan, katanya
Tapi itu hanya cerita
Seumur hidupnya, nenek tak pernah berhasil
membuktikan indahnya Padang Bulan padaku
Di Kota Surabaya
Purnama dan sabit hanya dibedakan oleh bentuk
Tapi kini aku tahu
Di tengah kuatnya dorongan di pintu air
Dan gemericik yang menerjang kaki
Terkadang dengan lolongan monyet
Dengkuran babi hutan
Dan gonggongan anjing di malam hari yang sedang berebut wilayah
Tuhan menunjukkan
Bulan Purnama memang benar indahnya
Sinarnya membantuku bebas melompat dari batu ke batu
Mencari tempat beradu
Untuk segera melepas beban
Tanpa takut terjatuh
Malam itu aku bisa ke sungai tanpa senter
—
#Bukan sastrawan, cuma penggemar Fisika yang lagi ngomongin polusi cahaya
#JUDUL: Tatibajo, Kebelet di Malam Hari
Mereka yang Mungkin Batal Jadi Sarjana
Dulu, waktu kuliah, saya termasuk seorang scholarship hunter. Ga dapat beasiswa, ga kuliah. Tapi, saya sangat bersyukur punya banyak teman yang membantu, mulai dari teman seangkatan, senior, hingga dosen. Endingnya kamu pasti tahu lah. Saya seorang sarjana komputer sekarang. Kalau kata teman saya, Fatia, “Ga punya duit masih bisa kuliah. Cari beasiswa itu lebih gampang kalau kita sudah jadi mahasiswa. Jadi yang harus dilakukan adalah bekerja keras agar ketrima di kampus yang diharapkan.”
Seperti kata Fatia, saya pun bekerja keras agar bisa diterima di kampus tujuan saya, UI.
Jadi mahasiswa UI merupakan cita-cita jangka pendek saya waktu itu. Jalan menuju kesana tidak mudah. Saya harus beradu nilai SPMB (sekarang jadi SNMPTN Jalur Ujian Tulis) dengan ribuan anak-anak lain yang bermimpi masuk UI. Kami beradu otak dalam seleksi. Siapa yang paling pintar, dialah yang berhak masuk UI.
Sepertinya, sistem adu pintar juga berlaku buat teman-teman lain yang bercita-cita masuk ITB, UGM, Unpad, ITS, Unair, Unhas, Unsri, dan kampus-kampus lainnya. Ya, itu yang saya pikir. Kalau Inggriskan jadi ‘that was what I thought‘. Mengapa ‘thought‘? Because what I think is different now. Read the rest of this entry »
(Konon) Kisahnya para Pengajar Muda

Buku ini dijual sodara-sodara
.
Kalau sodara-sodara mau baca yang gratisnya, buka aja blog Pengajar Muda XD. Nah, di situ bisa pilih cerita mana yang disuka. Lebih lengkap dari bukunya
. #bukanpromosi
Mas Guru Punya Cerita: Trial Version di TPA Tatibajo
Sebelum lebaran, sahabat SMA saya mengirim meja ngaji untuk anak-anak TPA Tatibajo. Meja itu adalah hasil penggalangan dana. Saya mau cerita sebuah rahasia, tapi jangan bilang siapa-siapa ya. Read the rest of this entry »
Mas Guru Punya Cerita: Shoes-less
Saya akhirnya tahu alasan utama mereka tidak pakai sepatu kalau ke sekolah.
![]()
Model: Sarif, SDN No. 27 Tatibajo kelas VI.
This is Nothing. But It’s not That Kind of ‘This’
Mas Guru Punya Cerita: This is Nothing. But It’s not That Kind of ‘This’

“I’ve faced the worst. This is nothing”. Itulah kalimat yang bisa diucapkan alumni PM nanti, kalau dia dihadapkan pada masalah tantangan besar dalam hidupnya, katanya Anies Baswedan (katanya-katanya
, by Trio Kwek Kwek). Ya, tulisan ini akan menceritakan pengalaman tentang keampuhan kalimat sakti itu. I had faced the worst. This was nothing, tapi … bukan that kind of ‘this’. Read the rest of this entry »
Mas Guru Punya Cerita: VSAT – 1 Bulan Sebelum Tujuhbelasan
Wis suwe ga posting. Ada VSAT kok tambah ga pernah posting? There is a certaint reason about that. Nah, sebagai pemanasan saya ceritakan bagaimana VSAT dipasang di Tatibajo. Read the rest of this entry »
Nggedabrus di TEDx Makassar 2011
Tahu TEDx kan? Nah, kali ini tentang TEDx Makassar. Tahun ini panitianya mengundang Pengajar Muda (PM) dari Indonesia Mengajar untuk jadi salah satu pembicara. Temanya Inspiring Youth. Singkat kisah, berangkatlah Firman dan saya sebagai perwakilan (digaris bawah, huruf tebal pula) Pengajar Muda untuk sedikit bercerita.
Acaranya
Pembicaranya ajib-ajib. Read the rest of this entry »
Mas Guru Punya Cerita: Harta Karun di Sekolah
Mas Guru Punya Cerita: Harta Karun di Sekolah (mirip judul episode Doraemon
)
Seri Konstruktivisme
Saat tim Majene B menjalani praktik mengajar di sebuah madrasah ibtidaiyah (setingkat SD) di Ciawi, kami sering membuat alat peraga untuk mengajar. Saya sendiri pernah membuat peta dunia selebar papan tulis bermodalkan gambar .JPG (digital) peta dunia, Ms. Excel, printer, lem, dan beberapa lembar kertas A3. Diskusi dengan para trainer makin meyakinkan kami, para pengajar muda, bahwa guru juga harus terampil membuat alat peraga. Tetapi – pada suatu hari di SDN Tatibajo – keyakinan itu segera runtuh Read the rest of this entry »
Mas Guru Punya Cerita: Revolusi Malam
Mas Guru Punya Cerita: Revolusi Malam
Hampir semua lobi-lobi dilakukan pada malam hari. Operasi pun direncanakan akan dilaksanakan di gelapnya malam. Karena itu kami menamakan gerakan kami Revolusi Malam.
I. Agitasi
Fase pertama. Fase penyusupan ide. Butuh lebih 1 bulan untuk PDKT kepada masyarakat. Akhirnya, suatu siang di bulan Desember 2010 setelah sholat Jumat, obrolan malam sebelumnya membuahkan hasil nyata. Pak Mantan








