Bukan Sastrawan, cuma penggemar Fisika

8

Dalam senyapnya malam
Detik jam dinding semakin kencang
Seperti layaknya sebuah pelita
Yang hanya ada 1 di setiap rumah

Bila pagi tiba
Nyala pelita tak lagi jadi penting
Padahal bila senja datang
Hanya bulan yang mampu kalahkan sinarnya

Bertahun lalu, nenek sempatkan cerita
Betapa cantiknya purnama
Padang Bulan, katanya

Tapi itu hanya cerita
Seumur hidupnya, nenek tak pernah berhasil
membuktikan indahnya Padang Bulan padaku
Di Kota Surabaya
Purnama dan sabit hanya dibedakan oleh bentuk

Tapi kini aku tahu
Di tengah kuatnya dorongan di pintu air
Dan gemericik yang menerjang kaki
Terkadang dengan lolongan monyet
Dengkuran babi hutan
Dan gonggongan anjing di malam hari yang sedang berebut wilayah
Tuhan menunjukkan
Bulan Purnama memang benar indahnya

Sinarnya membantuku bebas melompat dari batu ke batu
Mencari tempat beradu
Untuk segera melepas beban
Tanpa takut terjatuh

Malam itu aku bisa ke sungai tanpa senter


#Bukan sastrawan, cuma penggemar Fisika yang lagi ngomongin polusi cahaya
#JUDUL: Tatibajo, Kebelet di Malam Hari

Mereka yang Mungkin Batal Jadi Sarjana

12

Kep. Sangihe, Sulawesi Utara - Kredit: Melati Nur Utami

Dulu, waktu kuliah, saya termasuk seorang scholarship hunter. Ga dapat beasiswa, ga kuliah. Tapi, saya sangat bersyukur punya banyak teman yang membantu, mulai dari teman seangkatan, senior, hingga dosen. Endingnya kamu pasti tahu lah. Saya seorang sarjana komputer sekarang. Kalau kata teman saya, Fatia, “Ga punya duit masih bisa kuliah. Cari beasiswa itu lebih gampang kalau kita sudah jadi mahasiswa. Jadi yang harus dilakukan adalah bekerja keras agar ketrima di kampus yang diharapkan.”

Seperti kata Fatia, saya pun bekerja keras agar bisa diterima di kampus tujuan saya, UI.

Jadi mahasiswa UI merupakan cita-cita jangka pendek saya waktu itu. Jalan menuju kesana tidak mudah. Saya harus beradu nilai SPMB (sekarang jadi SNMPTN Jalur Ujian Tulis) dengan ribuan anak-anak lain yang bermimpi masuk UI. Kami  beradu otak dalam seleksi. Siapa yang paling pintar, dialah yang berhak masuk UI.

Sepertinya, sistem adu pintar juga berlaku buat teman-teman lain yang bercita-cita masuk ITB, UGM, Unpad, ITS, Unair, Unhas, Unsri, dan kampus-kampus lainnya. Ya, itu yang saya pikir. Kalau Inggriskan jadi ‘that was what I thought‘. Mengapa ‘thought‘? Because what I think is different now. Continue reading

This is Nothing. But It’s not That Kind of ‘This’

9

Mas Guru Punya Cerita: This is Nothing. But It’s not That Kind of ‘This’

I’ve faced the worst. This is nothing”. Itulah kalimat yang bisa diucapkan alumni PM nanti, kalau dia dihadapkan pada masalah tantangan besar dalam hidupnya, katanya Anies Baswedan (katanya-katanya :D, by Trio Kwek Kwek). Ya, tulisan ini akan menceritakan pengalaman tentang keampuhan kalimat sakti itu. I had faced the worst. This was nothing, tapi … bukan that kind of ‘this’. Continue reading