Mereka yang Mungkin Batal Jadi Sarjana

Kep. Sangihe, Sulawesi Utara - Kredit: Melati Nur Utami

Dulu, waktu kuliah, saya termasuk seorang scholarship hunter. Ga dapat beasiswa, ga kuliah. Tapi, saya sangat bersyukur punya banyak teman yang membantu, mulai dari teman seangkatan, senior, hingga dosen. Endingnya kamu pasti tahu lah. Saya seorang sarjana komputer sekarang. Kalau kata teman saya, Fatia, “Ga punya duit masih bisa kuliah. Cari beasiswa itu lebih gampang kalau kita sudah jadi mahasiswa. Jadi yang harus dilakukan adalah bekerja keras agar ketrima di kampus yang diharapkan.”

Seperti kata Fatia, saya pun bekerja keras agar bisa diterima di kampus tujuan saya, UI.

Jadi mahasiswa UI merupakan cita-cita jangka pendek saya waktu itu. Jalan menuju kesana tidak mudah. Saya harus beradu nilai SPMB (sekarang jadi SNMPTN Jalur Ujian Tulis) dengan ribuan anak-anak lain yang bermimpi masuk UI. Kami  beradu otak dalam seleksi. Siapa yang paling pintar, dialah yang berhak masuk UI.

Sepertinya, sistem adu pintar juga berlaku buat teman-teman lain yang bercita-cita masuk ITB, UGM, Unpad, ITS, Unair, Unhas, Unsri, dan kampus-kampus lainnya. Ya, itu yang saya pikir. Kalau Inggriskan jadi ‘that was what I thought‘. Mengapa ‘thought‘? Because what I think is different now. Continue reading “Mereka yang Mungkin Batal Jadi Sarjana”

Advertisements

Nggedabrus di TEDx Makassar 2011

Tahu TEDx kan? Nah, kali ini tentang TEDx Makassar. Tahun ini panitianya mengundang Pengajar Muda (PM) dari Indonesia Mengajar untuk jadi salah satu pembicara. Temanya Inspiring Youth. Singkat kisah, berangkatlah Firman dan saya sebagai perwakilan (digaris bawah, huruf tebal pula) Pengajar Muda untuk sedikit bercerita.

Acaranya

Pembicaranya ajib-ajib. Continue reading “Nggedabrus di TEDx Makassar 2011”

Cinta dan Aku – TZ

—————————-

Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah  cintaku  padamu. – Imam Nawawi

Menusuk, tepat mengenai hati. Itu yang bisa saya katakan tentang nasihat Imam Nawawi.

>> Sudahkah saya mencintai atas dasar cinta kepada Allah.

>> Sudahkah saya pantas dicintai karena agama yang ada pada diri saya?

Lisan orang-orang berilmu benar-benar menebarkan hikmah. Semoga Allah menambah kemuliaannya.

~Hanya nasihat untuk diri sendiri, biar hatinya ga keras-keras amat.