Mas Guru Punya Cerita: Bakat Tersembunyi

Mas Guru Punya Cerita: Bakat Tersembunyi

Aku tidak punya tanggung jawab mengajar kelas tertentu. Kekurangan tenaga pengajar membuat aku menjadi guru untuk semua kelas – begitu juga dengan guru lainnya di Tatibajo. Jadi kalau hari ini bosan dengan konstruktivisme serius ala kelas VI, aku bisa ambil kelas I/II, kelas bermain. Tunggu saja sekitar 5 menit setelah mereka berdoa maka kelasku pun akan berlanjut menjadi ajang permainan yang menyenangkan, at least I think so. Karena tidak ada guru yang tetap mengajar di kelas tertentu, lumrah jika saat bel dipukul anak-anak akan bertanya ngajar kelas berapakah aku hari ini. Biasanya anak-anak berebut agar aku mengajar di kelas mereka. As a person who likes to be the center of attention (in good term), I like the situation.

Suatu hari, di mana guru-guru lain datang terlambat, aku memulai sekolah sendirian. Kelas I/II dapat jatah ajar pertama. Ketika aku mengambar sisir dan menulis ‘S_ S _R’ di bawahnya, dua orang guru datang berboncengan, Pak Kepala Sekolah dan Ibu Guru Agama. Beberapa menit kemudian dua orang siswa-siswi kelas IV datang meminjam penghapus di kelasku dan bilang kalau Ibu Guru Agama mau mengajar kelas I/II, jadinya kelas mereka kosong. Mereka memintaku untuk mengisinya. Nanggung pikirku. Udah bikin 4 gambar peralatan rumah tangga – setidaknya niatnya begitu– masa harus pindah ke kelas lain. Ngobrol dulu ah sama Ibu Guru. Dia pasti mau mengerti dan mengisi kelas III/IV, “Bu, mau ngajar kelas berapa?”.

“Kelas III/IV digabung ya? Saya ngajar di situ saja. Kan Pak Agung sudah di kelas I. Biar Bapak (Kepala Sekolah) yang isi kelas VI.”, kata Ibu Guru. Continue reading “Mas Guru Punya Cerita: Bakat Tersembunyi”

Mas Guru Punya Cerita: Sungaiku Sekolahku

Mas Guru Punya Cerita: Sungaiku Sekolahku
Seri Konstruktivisme

“Assalamu’alaikum.”, aku berangkat sekolah. Tas laptop dijinjing di tangan kiri (kosong, cuma buat aksien aja 😎 ), tangan kanan sibuk melambai ke balita-balita yang menyapa dengan lucunya, “Gulu balu….gulu balu…!”. Guru Baru? Hingga kini mungkin hanya beberapa orang –termasuk muridku – yang tahu bahwa namaku Agung Firmansyah. Orang-orang di kampung lebih mengenalku dengan panggilan ‘Pak Guru’, ‘Guru Baru’, atau ‘Mas’. Bahkan Bapak Angkatku juga memanggilku ‘Pak Guru’ 🙂 . Oke, lupakan tentang guru baru ini. Mari kita masuk sekolah.

Singkat cerita, hari ini aku kebagian kelas VI. Masuk kelas, ucapkan salam, berdoa, dan lihat jadwal pelajaran. PKN! Wadah…! Mau ngajar kaya gimana ya kalau PKN?

Mikir….mikir….

Masih mikir…. Continue reading “Mas Guru Punya Cerita: Sungaiku Sekolahku”

Mas Guru Punya Cerita: Kok Bisa Sering Update?

Banyak teman bertanya kepada saya lewat telepon, sms, email, komentar, sampai lewat kontak batin :mrgreen:, “Katanya susah akses internet. Tapi kok bisa posting 2x seminggu, bahkan bisa unggah foto?”.

Nah, ini jawabanya, trik bagi para blogger yang tetap ingin aktif menulis tapi fakir bandwidth (kaya kami sekarang) :mrgreen: . Tutorial itu menjelaskan bagaimana cara melakukan penjadwalan publikasi (posting scheduling) di blog. Tutorialnya berbasis wordpress versi lama. Untuk versi yang baru tinggal disesuaikan sedikit saja. Intinya, kita posting beberapa tulisan sekaligus, tetapi jadwal publish-nya kita atur. Jadi walau kita hanya bisa nge-net sebulan 2x, blog kita akan tetap bisa ter-update sesuai keinginan kita. Contohnya, tulisan ini saya posting pada tanggal 26 Januari 2011. Nah, kapan tulisan ini ter-publish :D?

Ok, segitu dulu. Selamat ber-ngeblog ria. \(^.^)/

Mas Guru Punya Cerita: Kisah (Tidak) Sukses Saya

Mas Guru Punya Cerita: Kisah (Tidak) Sukses Saya

Kalau dari tulisan-tulisan Mas Guru Punya Cerita (MGPC) yang lalu, sepertinya kegiatan mengajar saya baik-baik saja, lancar, menyenangkan, dan terkendali. Pada kenyataannya … tidaklah demikian. Bagaimana ada kisah sukses kalau tidak ada kisah yang gagal bukan?! Berikut ini adalah daftar (sementara) kisah ‘gagal’ saya (dengan tanda kutip).

Continue reading “Mas Guru Punya Cerita: Kisah (Tidak) Sukses Saya”

Mas Guru Punya Cerita: Tatibajo Punya Laboratorium

Mas Guru Punya Cerita: Tatibajo Punya Laboratorium
Seri Konstruktivisme

Ini ceritanya lagi ngajar kelas III, yang katanya belum lancar Bahasa Indonesia. Takut ngajar kelas ini? Iya! Walau takut tetap harus kita jalani, kan kita punya misi “Berbahasa satu, bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”. Jadi selain ngajar pelajaran yang ada di jadwal, kami sekalian numpang ngajar Bahasa Indonesia sama bocah-bocah ini. Aku coba niru si Wiwin, pas ngajar tangannya ikut bergerak-gerak mirip bahasa Tarzan. Tujuannya biar para murid tidak terlalu hah…heh…hoh karena ga mudeng Bahasa Indonesia.

Dan sekarang aku ngajar IPA (horee….!) Bab Benda Padat, Cair, dan Gas. Gimana coba mengkonstruk definisi benda padat? Benda padat adalah….??? Ayo, siapa yang tahu definisi benda padat? Susahkan! Lagian, seumur-umur ga pernah ada soal “Manakah definisi benda padat yang benar?” :P. Jadi … mari berpetualang bersama anak-anak di laboratorium Tatibajo.

Angon Bocah

Continue reading “Mas Guru Punya Cerita: Tatibajo Punya Laboratorium”

Mas Guru Punya Cerita: Friday Night Fever

Mas Guru Punya Cerita: Friday Night Fever
Seri Ngaji Rek!

“Pak, pukul Paak?”

“Pukuul.”

“Berapa kali Paak?”

Sambajang Maghrib berapa roka’at?”

“Tiga Paaak!”

“Berarti mukulnya tiga kali.”

“tek…, tek tek tek, … tek, DUNG….DUNG….DUNG!”

Andika yang azdan. Suaranya mantab jaya! Suara gurunya? Ga usah ditanya :mrgreen: . Petromax? Siap! Santri-santrinya*? Siap! Guru-gurunya? Lho, kok cuma sendirian 🙄 ? Continue reading “Mas Guru Punya Cerita: Friday Night Fever”

Mas Guru Punya Cerita: Api yang Mengalir

Mas Guru Punya Cerita: Api yang Mengalir
Seri Konstruktivisme

Sebelum berangkat ke Majene, kami sudah membuat sketsa kira-kira alat peraga apa saja yang nanti digunakan dan bahan serta alat apa yang akan diperlukan untuk membuat peraga tersebut. Sesampainya di Tatibajo, Mas Guru mendapati bahwa karton adalah barang mewah, begitu juga dengan alat/bahan lainnya. Berada di tengah-tengah hutan dengan jalan akses yang berlumpur membuat Tatibajo terisolir dari dunia luar. Sebagai gambaran seberapa terisolirnya, anak-anak sekolah menggunakan lidi untuk membuat garis karena mistar hanya di jual di hari Sabtu – hari pasar, itupun mereka harus keluar hutan untuk mendapatkannya. Lalu, bagaimana dengan sketsa alat peraga tadi? Yang jelas, rencana harus diubah.

Mari Membaca

Kali ini aku mengajar kelas VI tentang Perpindahan Panas. Berdasarkan pelatihan, salah satu metode terbaik untuk mengajarkan bab ini adalah dengan pengamatan langsung. Guru membawa seperangkat alat yang terdiri dari lilin, tabung kaca, besi penyangga, air, dan batang besi untuk melakukan peragaan perpindahan panas. Tentu di Tatibajo alat-alat macam itu tidak ada. Lalu bagaimana mengajarkan materi ini?

Seperangkat alat peraga di atas Continue reading “Mas Guru Punya Cerita: Api yang Mengalir”

Mas Guru Punya Cerita: Ngaji Rek!

Mas Guru Punya Cerita: Ngaji Rek!

“Dzaalikal kitaabu laa roybafiih, hudal lil muttaqiiiin.”

Ba’da maghrib kala itu ramai oleh gemuruh suara bocah. Masjid Al Muhajirin Tatibajo yang biasanya sepi kini dipenuhi anak-anak yang ingin belajar mengaji. Sebagian lancar membaca Quran, sebagian lagi ramai berebut 1 buku Iqro’, yang lain asik bermain silat-silatan. Malam itu, TPQ (Taman  Pengajian Quran) Tatibajo dimulai.

Continue reading “Mas Guru Punya Cerita: Ngaji Rek!”

Mas Guru Punya Cerita: Beranak dan Melahirkan

Mas Guru Punya Cerita: Beranak dan Melahirkan
Seri Konstruktivisme

Lagi-lagi, aku mengajar kelas gabungan. Kali ini The Little Monsters yang beruntung itu 😎 adalah kelas 3 dan 4. Kata para guru, ‘batas aman’ berbahasa Indonesia adalah kelas 4. Lalu, bagaimana aku akan mengajar kelas 3? Haha, biarlah. Hitung-hitung kan aku juga punya misi untuk menyebarkan virus ‘Lancar Berbahasa Indonesia’ di Tatibajo :D.

Saat masuk, kulihat sudah ada tabel perbedaan makhluk hidup dan benda mati. Tabel itu masih baru, belum terisi sama sekali. Sepertinya kemarin tabelnya belum sempat digunakan. Pas sekali, pakai saja! Aku memang kesulitan membuat RPP. Hingga kini, aku belum tahu akan mengajar kelas berapa saja besok. Maklum, tidak ada yang tahu siapa (guru) yang tidak datang esok hari.

Seingatku ada beberapa kolom di tabel itu: ‘Nama’, ‘Tumbuh’, ‘Berkembang Biak’, ‘Bergerak’, ‘Menanggapi Rangsang’, ‘Bernafas’, ‘Menghasilkan Makanan Sendiri’, ‘Makhluk Hidup’, dan ‘Benda Mati’. Mari kita mulai proses belajar dengan metode konstruktivisme :cool:. Dalam metode konstruktivisme – versi saya :p – peran guru adalah Continue reading “Mas Guru Punya Cerita: Beranak dan Melahirkan”