Cinta dan Aku – TZ

—————————-

Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah  cintaku  padamu. – Imam Nawawi

Menusuk, tepat mengenai hati. Itu yang bisa saya katakan tentang nasihat Imam Nawawi.

>> Sudahkah saya mencintai atas dasar cinta kepada Allah.

>> Sudahkah saya pantas dicintai karena agama yang ada pada diri saya?

Lisan orang-orang berilmu benar-benar menebarkan hikmah. Semoga Allah menambah kemuliaannya.

~Hanya nasihat untuk diri sendiri, biar hatinya ga keras-keras amat.

Silaturohim Memanjangkan Umur, Melapangkan Rezeki???

Salah satu produk jProo', perusahaan desain kaos "milik" gw, renjay, kamal, wachid, lia, chita
Salah satu produk jProo', perusahaan desain kaos "milik" gw, renjay, kamal, wachid, lia, chita

Bismillah..

Silaturohim, asal kata dari silat dan rohim. Jadi arti silaturohim adalah silat aliran bang rohimin. Haha…! Jayuz poll!!!

Okey, itu sekedar guyonan saja. Silaturohim aka silaturohmi, dalam suatu hadist Nabi Muhammad SAW, disebutkan dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Hmm…., MITOS apa lagi ini???? Continue reading “Silaturohim Memanjangkan Umur, Melapangkan Rezeki???”

Belajar! Ga Pake Nunggu!

Bismillahirrohaminirrohim…

persamaan-energi“Kalau nunggu ngerti gunanya belajar Fisika, ya kamu akan terlambat belajar Fisika.”, kata Prof. Benyamin Kusumoputro, Drs., M.Eng., Dr.Eng diikuti oleh cengiran tawa teman-teman sekelas.

Asik juga belajar Neural Network alias Jaringan Syarat Tiruan. Tapi justru bukan itu yang paling membuat saya tertarik (saya tetap sangat tertarik dengan bidang ini). Humor-humor sindiran yang diucapkan Pak Ben (begitulah kami biasa memanggil sang Profesor) adalah yang terbaik.

Kalimat di atas, kalau dalam bahasa kita mungkin akan berbunyi, “If I wait for you until you get your purpose in learning, it will be forever.”

Ya…, kalau kita menunggu mengerti apa guna hal-hal yang harus kita pelajari maka kita akan ketinggalan jauh. Bukankah ilmu Allah itu luas, sampai air 7 samudra saja kalau dijadikan tinta tak cukup untuk menuliskannya (akhirnya dapat juga).

Jadi, kata terlambat belajar memang ada, tapi tak usah dipakai. Kata menyerah, dalam kamus hidup kita memang ada, tapi tak perlu digunakan. What do you think?

Surabaya Dulu, Gaza Sekarang

*Alhamdulillah, sudah dapat izin dari si Empunya tulisan

Surabaya Dulu, Gaza Sekarang

Oleh Shofwan Al-Banna Choiruzzad

Surabaya, 1945 Langit gelap. Bukan oleh awan yang hendak menurunkan
hujan. Angkasa dipenuhi pesawat sekutu yang bergemuruh. Di dalamnya,
para serdadu masih menyisakan keangkuhan. Mereka baru saja
menghancurkan pasukan Jepang di Front Pasifik. Dari langit, mereka
menebar ancaman: “menyerah, atau hancur”.

Beberapa pekan sebelumnya, pengibaran bendera Belanda memicu amarah
para perindu kemerdekaan. Seorang pejuang mencabik warna biru dari
bendera Belanda di Tunjungan, menggemakan pesan bahwa negeri ini tak
rela kembali dijajah. Tentara sekutu menjawab dengan salakan senapan,
bersembunyi di balik alasan “memulihkan perdamaian dan ketertiban”.
Jiwa-jiwa merdeka itu berontak. Brigadier Jenderal Mallaby, pimpinan
tentara Inggris di Surabaya, terbunuh. Sekutu murka.

Rakyat gelisah. Continue reading “Surabaya Dulu, Gaza Sekarang”