Cinta dan Aku – TZ

—————————-

Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah  cintaku  padamu. – Imam Nawawi

Menusuk, tepat mengenai hati. Itu yang bisa saya katakan tentang nasihat Imam Nawawi.

>> Sudahkah saya mencintai atas dasar cinta kepada Allah.

>> Sudahkah saya pantas dicintai karena agama yang ada pada diri saya?

Lisan orang-orang berilmu benar-benar menebarkan hikmah. Semoga Allah menambah kemuliaannya.

~Hanya nasihat untuk diri sendiri, biar hatinya ga keras-keras amat.

26 thoughts on “Cinta dan Aku – TZ

  1. mencintai Allah berarti mencintai makhluknya..

    moga kita diberi kecintaan yang tulus.. selain mengharap kebahagiaan orang yang kita cintai..

  2. akhirnya ngepost lagiii😆
    yoyoooy, nusuk juga..

    >> Sudahkah saya mencintai atas dasar cinta kepada Allah.

    >> Sudahkah saya pantas dicintai karena agama yang ada pada diri saya?

    ~ nice question buat introspeksi diri.
    makasiii om:mrgreen:

  3. Sip. ternyata dari Imam Nawawi to. Hmm.. iya. Nasihat buat introspeksi diri sendiri.

    Lisan orang-orang berilmu benar-benar menebarkan hikmah. Semoga Allah menambah kemuliaannya.

    Allahuma amiin..

  4. untuk mengawali rasa cinta, kita juga perlu bersyukur terlebih dahulu atas rasa cinta ini yang telah diberikan kepada hamba-Nya.

    semoga kita bisa menjadi manusia yang tahu bersyukur dan mencintai karena-Nya🙂

  5. aw..aw…aw.. lama ak berkunjung ke blog ini.. nice posting!! like this.. jleb jleb jleb.. ijin copas buat status di FB ya..😀

  6. Assalamu’alaikum wr.wb…

    Secara tak sengaja menemukan blog ini..

    Suatu hasil pemikiran seperti ‘puisi’ dari Imam Nawawi membuat keingintahuan ttg ketauhidan semakin meningkat..

    Hingga pada satu pertanyaan inti : sudahkah kita mencintai agama (ajaran) Islam sedemikian rupa, shingga kita dapat mencintai siapa pun tanpa syarat..

    Tp jika kita bicara masalah rumah tangga, tentu visi mencintainya berbeda & mempunyai visi berkeluarga yang hrs dicapai bersama…

    Mari, kita perdalam keimanan, pancarkan keimanan dalam sikap & kata shg kita menjadi bukti ketinggian Diinul Islam..

    Wassalam…

  7. Assalamu’alaykum..

    Pertanyaan yang sampai sekarang saya sendiri gak berani menjawabnya..

    “Bagaimana seandainya jika Jodoh saya hanyalah lelaki biasa (misal: tukang becak). Karena Allah mendengar doa saya yg ingin disandingkan dengan orang yang bertaqwa. Dan lelaki biasa itulah yang paling bertaqwa. Apakah saya bisa mencintainya karena agamanya? Ato jika lelaki yg bertaqwa itu usianya jauh lebih muda dari saya. Seperti Khadijah dan Muhammad”

    huhuhu, Wallahu a’lam deh.. Knp jd bernegativ thinking ria.. Qiqiqi.. *kabooor*

      • tp ada loh teman kerjaku yang menikah dengan yang usia lebih tua…. tua an yang wanita…
        ya melalui proses ta’aruf antar murobbi gitu..
        huk jadi terharu…kayaknya belum sampai tingkatan itu deh ketaqwaanku…huhu

          • subhanallah, barusan aku dateng ke nikahannya temenku.
            ternyata yg wanita lebih tua dua tahun… yg wanita temennya mbak kosku.
            jd tadi reuni deh sama mbak kosku….
            melalui proses ta’aruf juga..

            walah kayaknya makin banyak yah yang pernikahan seperti itu.
            didahulukan yg wanita2 tua nya dulu.
            jgn2 tar aku dita’arufin juga sama yg di bawah2 ku..huahahha..
            tp kyknya masih ngantri…coz yg diatasku masih banyak yg belum nikah..haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s