Multiply Penuh dengan Orang-orang Melankolis-Romantis

Assalamualaikum Wr Wb

Sejak bergelut dengan multiply beberapa bulan lalu (ini akun multiply saya), saya merasakan ada sedikit kebosanan dalam diri saya ketika membaca tulisan-tulisan di jagat multiply Indonesia. Sering kali, saat saya membaca blog di multiply, saya hanya membaca judul blog, lalu membaca isi blog dengan cara scanning, dan lebih memilih untuk membaca komentar blog tersebut satu-persatu (meski terkadang juga melakukan scanning saja pada beberapa komentar). Dari komentar-komentar itulah saya menerka apa isi tulisan yang hanya saya baca secara sekilas. Saya akan membaca tulisan secara penuh bila komentar-komentar yang ada menarik perhatian saya.

Hal berbeda terjadi bila saya membaca tulisan saudara-saudara yang lain di mesin wordpress. Jarang sekali saya melakukan pembacaan dengan metode scanning. Saya lebih memilih untuk membaca tulisan-tulisan di dunia wordpress dari awal sampai akhir. Mulailah otak saya berpikir, mengapa???

Dan, setelah sedikit berpikir, dapatlah saya sebuah simpulan, bahwa mayoritas insan-insan yang memilih nge-blog di multiply adalah insan yang cenderung melankolis. Tulisan-tulisannya pun bernada romantis. Banyak kisah sedih, cinta, bahkan cerita yang penuh semangat pun bisa mengundah haru. Itu kalau tulisannya berbentuk prosa. Kalau tulisannya berbentuk puisi, rasa melankolis-romantisnya bisa jauh lebih kuat.

Otak ini tergelitik untuk berpikir lebih dalam. Bagaimana cerita, suatu mesin blog yang diperuntukkan kepada orang umum bisa mayoritas dihuni oleh orang-orang melankolis. Sedikit berpikir lebih dalam lagi, dapatlah satu simpulan. Melanisti (bukan milanisti) cenderung memilih segala sesuatu yang aman, termasuk memilih para pembaca tulisan yang aman, dan para komentator yang aman pula bagi dirinya.

Dan, mulai jelas sekarang, bahwa multiply menyediakan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Siapa saja yang ingin memberi komentar di suatu tulisan di multiply maka dia harus memiliki akun dan log-in di multiply. Syarat ini sedikit banyak memberi kenyamanan bagi melanisti karena mereka (saya gunakan kata mereka karena saya rasa saya bukan anggota melanisti) bisa melihat siapa saja yang telah ikut mengomentari tulisannya. Meski, tentu saja tidak selalu seorang penulis bisa melihat data valid siapa saja komentator tersebut karena bisa saja sang komentator tidak melengkapi datanya di akun multiply.

Ternyata, moto multiply memang “Secure, Family-Friendly Media Sharing”.

Ya, saya rasa memang multiply cocok untuk melanisti. Bagi siapa saja yang suka baca puisi, kisah-kisah romantis, cerita-cerita yang mengharukan (bahasa anak sekarang : mengharu biru), atau ingin sekedar berbagi rasa, silakan buka multiply, buat akun multiply baru kalau perlu. Yup, selamat menikmati multiply.

Wassalamualaikum wr wb

24 Juni 2008
rumah perjuangan, Asrama PPSDMS Reg I

23 thoughts on “Multiply Penuh dengan Orang-orang Melankolis-Romantis

  1. Ah… salah kamu gung. Buktinya aku gak ada multiply tuch…:mrgreen:

    Ada sich ada… tapi duluuuuuuu cuma buat download lagu. Aku aja lupa lagi multiplyku apa…

    Hmm… kalo di multiply biasanya layoutnya kurang cocok untuk tulisan biasa.. Lebih cocok buat media. Memang beberapa orang multiplynya bagus ( kayak mas hanung bramantyo itu bagus multiplynya )

    Well… selera orang beda-beda memang. Tapi masalah harus login dulu… wordpress kan juga bisa disetel gitu ? Tapi memang optional sich…

  2. hmm,,

    selain karena Melanisti dan alasan punya account biar bisa download mp3,
    sepertinya ada kemungkinan alasan lainnya, bahwa yg nge-blog di multiply mmng sbnrnya gak tahu ttg motto “Secure, Family-Friendly Media Sharing”..

    nge-blog asal nge-blog..he3..

    mas agung, tukeran link nyok??!…http://kangmasjuqi.wordpress.com
    link nya mas udah tak tambahin duluan tuh…

  3. @leonny
    Bener bgt. MP menyediakan fitur yang secara otomatis mempromosikan tulisan kita pada jaringan kita. Jadi g perlu promosi manual. Hehehe…

    Mau yg g pake iklan? Pake yang premium.😀

  4. eeeh.. tapi ada juga kan, wordpress yang ada moderasi nya. masa iya harus nunggu diaprove sama yang punya blog, baru komennya bisa nebeng di sono? waaah.. sami mawon, rek!! toh, itu artinya, sang pemilik juga termasuk penganut mahzab yang ente maksd tadi… apa ntuh… melanisti yah? hmmm… maap, itu menurut saya, pak… maap kalo kurang berkenan. just my opini. ^_^

  5. nah, buktinya, kak agung sendiri termasuk orang sanguin yang mengisi jagat MP, kan?
    nggak selalu orang melan kok… hehehe… :))

  6. @ila rizky nidiana
    Iya, wordpress memang menyediakan fitur untuk moderasi komentar. Memang ada juga kok wordpress-ers yang melanisti😀 .

    ~jadi seorang melankolis itu tidak berdosa🙂 , so santai saja…

    @kafhayaainshad
    Hehe, iya…
    Kan judulnya “penuh”. Bukan “semua”😀 . Saya ngeblog di MP supaya bisa berkomentar ria di blog-nya temen2 MP, yang mayoritas melanisti. Hehehe..

  7. heuheu… siapa yang bilang jadi seorang yang melankolis tuh berdosa , pak? hihiii.. kalo saya termasuk melankolis, itu emang bawaan dari lahir, kali… atau karena keseringan baca novel yang melow2.😀 seorang sanguinis pun bisa mendadak jadi melankolis kalo dihadapkan pada situasi tertentu. ehem. kira2 pak agung pernah mengalami masa2 seperti itu kah?😕

  8. ila rizky nidiana
    Berdosa? Kan saya ga blang begitu..🙂 .

    Melankolis? Melankolis kan banyak nih sisinya…
    1. Sensitif
    2. Perfeksionis
    3. dll
    4. dkk
    5. dsb

    Saya lebih dominan rasionalnya daripada feeling, jadi sifat sensitifnya ga keluar kayaknya.😀

    Kalau keadaan normal, biasanya yang keluar sanguinis. Tapi kalo lagi ander preser yg keluar kolerisnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s