Mas Guru Punya Cerita: VSAT – 1 Bulan Sebelum Tujuhbelasan
Wis suwe ga posting. Ada VSAT kok tambah ga pernah posting? There is a certaint reason about that. Nah, sebagai pemanasan saya ceritakan bagaimana VSAT dipasang di Tatibajo.
—————————————-
1. VSAT ini milik Indonesia Mengajar, dipasang di 3 kabupaten dengan tujuan sebagai pusat informasi Indonesia Mengajar di kabupaten tersebut. Sekarang anggap saja VSAT nya tiba-tiba sudah sampai di Tatibajo.
2. Persiapa pondasi, murid-murid yang turun tangan ke sungai ambil pasir dan batu. Untuk mendapatkan bantuan mereka gaampang kok. Contohin aja (ngangkat pasir). Mereka pasti tanya ngapain Pak dan akhirnya ikutan angkat pasir
. Wong mereka itu bisa mandi lagi gara-gara lihat gurunya baru mandi
. Ing ngarso sung tulodho.
—————————————-
3. VSAT ini kan makan tenaga yang lumayan besar dan di Tatibajo belum ada PLN. Karena itu 5 panel PLTS ukuran sedang dikirim menemani VSAT yang dirindukan. Nah, sekarang gilirang orang dewasa yang turun tangan. Ing Madyo Mangun Karso (ga sempat, lagi ngajar).
Panel Surya dipasang 2x. Yang pertama dibongkar karena tiang penyangga terlalu pendek. Yang kedua, ‘kaki’ panel dipasangi kayu Ulin, konon lebih kuat dari kayu jati. Jadi mirip orang main enggrang.
—————————————-
4. Dan sekarang adalah proses terakhir, pembuatan pondasi dan pemasangan parabola VSAT. Tut Wuri Handayani. Kalau urusan begini di kampung, saya cuma jadi pemandu sorak
.
—————————————-
5. Semua kerja, semua jaya.
—————————————
Keterbatasan mendapatkan informasi adalah salah satu penyebab anak Indonesia putus sekolah. Semoga kedatangan kami di sekolah-sekolah ini memberi jalan tambahan agar kesempatan bisa menyapa mereka.
Kemerdekaan informasi bagian daripada kemerdekaan bangsa ini.













Mas Guru Punya Cerita» Blog Archive » VSAT – 1 Bulan Sebelum Tujuhbelasan said,
19 August 2011 at 16:08
[...] Cerita juga ditulis di sini. [...]
rhakateza said,
5 September 2011 at 19:14
Keren……
sukses selalu untuk PM di seluruh Indonesia
Umarat said,
14 September 2011 at 16:39
Iri aku melihat kau di sana. Benar-benar hidup di dunia nyata. Teruskan cerita2 lainnya gung.
Rumah said,
30 September 2011 at 10:05
Gambaran yang Indahnya …
Sebuah kerjasama untuk membangun
Subhanallah
Harbun Gandi Subekti said,
8 October 2011 at 10:55
Subhanallaah,…
Luarbiasa,..
saya tunggu cerita-cerita selanjutnya
salam kenal,
Harbun