Mas Guru Punya Cerita: Sungaiku Sekolahku
Mas Guru Punya Cerita: Sungaiku Sekolahku
Seri Konstruktivisme
“Assalamu’alaikum.”, aku berangkat sekolah. Tas laptop dijinjing di tangan kiri (kosong, cuma buat aksien aja
), tangan kanan sibuk melambai ke balita-balita yang menyapa dengan lucunya, “Gulu balu….gulu balu…!”. Guru Baru? Hingga kini mungkin hanya beberapa orang –termasuk muridku – yang tahu bahwa namaku Agung Firmansyah. Orang-orang di kampung lebih mengenalku dengan panggilan ‘Pak Guru’, ‘Guru Baru’, atau ‘Mas’. Bahkan Bapak Angkatku juga memanggilku ‘Pak Guru’
. Oke, lupakan tentang guru baru ini. Mari kita masuk sekolah.
Singkat cerita, hari ini aku kebagian kelas VI. Masuk kelas, ucapkan salam, berdoa, dan lihat jadwal pelajaran. PKN! Wadah…! Mau ngajar kaya gimana ya kalau PKN?
Mikir….mikir….
Masih mikir…. Read the rest of this entry »
Mas Guru Punya Cerita: Kok Bisa Sering Update?
Banyak teman bertanya kepada saya lewat telepon, sms, email, komentar, sampai lewat kontak batin
, “Katanya susah akses internet. Tapi kok bisa posting 2x seminggu, bahkan bisa unggah foto?”.
Nah, ini jawabanya, trik bagi para blogger yang tetap ingin aktif menulis tapi fakir bandwidth (kaya kami sekarang)
. Tutorial itu menjelaskan bagaimana cara melakukan penjadwalan publikasi (posting scheduling) di blog. Tutorialnya berbasis wordpress versi lama. Untuk versi yang baru tinggal disesuaikan sedikit saja. Intinya, kita posting beberapa tulisan sekaligus, tetapi jadwal publish-nya kita atur. Jadi walau kita hanya bisa nge-net sebulan 2x, blog kita akan tetap bisa ter-update sesuai keinginan kita. Contohnya, tulisan ini saya posting pada tanggal 26 Januari 2011. Nah, kapan tulisan ini ter-publish
?
Ok, segitu dulu. Selamat ber-ngeblog ria. \(^.^)/
Mas Guru Punya Cerita: Perampok!
Mas Guru Punya Cerita: Perampok!
Minggu-minggu ini Majene sedang digoncang isu perampok. Kalau dari ceritanya, mereka sebenarnya tidak merampok tetapi menculik dan membunuh. Korban disergap lalu diambil bagian tertentu dari tubuhnya, ada yang bilang mata, ada yang bilang telinga. Namanya juga isu. Bagaimana warga dusunku, Tatibajo, menyikapi hal ini? GEGER! Orang dusunku memang pada dasarnya gampang heboh. Jadi isu penculik (para tetangga tetap menyebutnya perampok, padahal ga ngrampok) langsung jadi trending topik. Banyak dugaan-dugaan muncul, mulai yang logis seperti penculikan di mobil yang berkedok angkutan umum (plat hitam wajar jadi angkutan umum) sampai yang kurang logis seperti penculik berani masuk Tatibajo (apa mereka mau mati, berani nyatronin kampung di tengah hutan?). Aku sendiri antara percaya dan tidak. Tapi buatku, masalah bukan di situ. Read the rest of this entry »




