Mengapa Harus Menulis?
30 June 2009 at 22:28 (Inspirasi, Opini, Semangat) (menulis)
Mengapa kita harus menulis? Setiap orang punya alasan. Jadi, banyak orang, banyak alasan
.
1. Menulis sama dengan mengukir sejarah
Pernyataan di atas adalah fakta yang tidak bisa diganggu gugat. Apa istilah untuk masa sebelum manusia mengenal tulisan? Jawabannya prasejarah bukan
? Nah, kalau kita menulis berarti kita sedang mengukir sejarah. Akhirnya di kemudian hari orang lain (mungkin anak cucu) bisa melihat apa yang pernah kita tulis. Kalau beruntung mereka bisa mengetahui kejadian-kejadian masa lalu dari tulisan kita.
2. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya
Seorang ilmuwan* abad ketujuh masehi mengatakan ini sebagai nasihat kepada sahabatnya. Menurut sang ilmuwan, ilmu akan lebih hidup, kuat, bertahan lama, dan lebih mudah tersebar apabila dituliskan. Benar bukan? Google pun menerapkan prinsip ini. Dia turut ‘menyebarkan’ ilmu yang tertulis. Bahkan google juga ‘menulis’ hasil crawling setiap satu periode sekali agar proses pencarian lebih cepat, kita mengenalnya dengan istilah indexing.
3. Menulis mirip dengan multilevel marketing
Bayangkan betapa banyak pengetahuan dan karya-karya baru terinspirasi dari tulisan-tulisan yang ditulis oleh para pendahulu. Karena tulisannya berhasil menginspirasi, penulis tersebut bisa dapat pahala. Si A menulis buku, bukunya di baca si B. Si B menghasilkan karya karena terinspirasi tulisan A lalu B mendokumentasikan karyanya. Dokumentasi B dibaca oleh C lalu diajarkan kepada 10.000.000 murid C. Ternyata 1% murid C mengembangkan karya B berdasarkan dokumentasi tersebut dan jadilah 100.000 karya baru. Berapa banyak pahala yang bisa didapat si A sekarang?
4. Karena tak semua kata bisa diucapkan
Yang pernah menulis surat cinta pasti tahu tentang hal ini. Bingung mau ngomong apa saat ketemu, tulis lewat surat—sayangnya saya tidak pernah menulis surat cinta
. Mau marah lewat tulisan, boleh. Mau curhat lewat tulisan, bisa….! So? Lets start writing.
~to be continue (may be)
*Ilmuwan tersebut berdarah Arab bernama Ali anak Abi Tholib. Ali sudah menjadi ilmuwan semenjak beliau remaja dan menjadi pemimpin negara ketika telah dewasa.
—————————————
Tulisan yang berhubungan:



zahra said,
30 June 2009 at 23:22
Menulis itu membantuku banget buat mengingat sesuatu, Mas
Maklum punya ingetan yang kelewat lemah, hehe.
agungfirmansyah said,
1 July 2009 at 11:42
Wah, sama banget Zah. Salah satu caraku ngapalin materi jg dengan menulis.
mishbah said,
1 July 2009 at 15:39
menulis harus membaca, kan mas??
lets start reading!
yanti/ mama Aini said,
1 July 2009 at 16:10
Yup… benar 100%..
Semua karya yang abadi pasti ada “jejak”nya
deady said,
1 July 2009 at 18:44
karena
itu salah satu cara mengisi waktu yang bagus
hehehe
eelham182 said,
1 July 2009 at 19:21
klo gag nulis ya gag usah blajar.hehehe
chie said,
2 July 2009 at 01:07
hayyooo qTha menuLiss…
*tpi tulisaN tangaNku jelekkk…;p *
hihiihhihi..
ghani arasyid said,
2 July 2009 at 02:56
saya lebih suka menulis dengan keyboard kompie/lappie daripada dengan alat tulis lain
artasastra.com said,
2 July 2009 at 04:40
Wew..
Lidah lebih tajam dari pedang..
Dan katanya..
Katanya lho ya..
Pena lebih tajam dari lidah..
Hehehe..
isarandomthinker said,
2 July 2009 at 08:01
Sepertinya menyenangkan kalau bisa menulis sesuatu yang menginspirasi orang lain
sannya said,
2 July 2009 at 09:36
emang nulis tu banyak manfaatnya.apalagi kalau bermanfaat bagi orang lain.Q juga seneng nulis.meskipun tulisan tangan Q jelek ce.
ria manies said,
3 July 2009 at 13:46
http://tulisanria.wordpress.com/2009/07/02/terima-kasih/ => wah setuju sekali saya dengan mas Agung……
Gyl said,
3 July 2009 at 15:53
” Karena tak semua kata bisa diucapkan… ”
~mantep Gung
iskandaria said,
3 July 2009 at 16:51
Wow, cukup inspiratif nih ulasan mas di atas. Menulis memang punya banyak nilai manfaat. Kita harus menulis agar bisa lebih komprehensif dalam mengkomunikasikan suatu masalah atau topik. Lewat tulisan, pemikiran kita bisa lebih terarah dan terstruktur. Itu aja deh komen saya
toni dermawan said,
3 July 2009 at 20:22
karena saya suka.
~biar ga satu baris aja
radesya said,
3 July 2009 at 21:45
bener tuh kak Agung, aku juga suka banget menulis, kalau perlu kita menulis terus sampai titik darah penghabisan
menulis juga tak butuh bakat, menulis juga mesti dilatih, kalau ingin tulisan kita bagus, kita mesti banyak membaca coz ” Good writing comes from good reading”
Ayo, teruslah menulis!
rudy azhar said,
3 July 2009 at 23:15
Informasi yang sangat bermanfaat, saya emang agak kurang bisa nulis nich padahal udah kursus di SMO…
ade said,
4 July 2009 at 12:19
Yang pernah menulis surat cinta pasti tahu tentang hal ini. Bingung mau ngomong apa saat ketemu, tulis lewat surat—sayangnya saya tidak pernah menulis surat cinta
aaaah masak sih???
well, aye jadi inget pepatah.. jangan menulis di atas air, menulislah di atas batu
kalo nulis di aer bentar langsung ilang bekasnya, nulisnya di atas batu aje biar tahan lama, eh tapi mendingan di kertas deng daripada batu, hahahaa
alhamdulillah gara2 terbiasa nulis, waktu ujian agama atau apapun yg essay aye jadi ngerasa agak lancar nulisnya walopun cuma ngemeng doank biar panjang, yg penting mah emg pinter ngemeng kalo ujian essay, ahahahahaaa
keep posting unc’
Meralda said,
5 July 2009 at 02:35
kita ga perlu keliling dunia hanya untuk menyampaikan pemikiran kita melalui lisan
cukup nulis.. maka tulisan itu-lah yang bakal terbang ke penjuru dunia
siiiip, bos!
Asop said,
5 July 2009 at 10:20
Banyak mahasiswa yang bisa berbicara di depan orang banyak tapi kagok menulis…
Menulis juga bisa untuk menuangkan isi hati kita. Sama aja dengan curhat gitu….
Huang said,
15 September 2009 at 07:57
mm.. sekarang aku juga mau belajar bicara..
ir said,
23 November 2009 at 06:54
thanks for artikel
numpang ngeksis yo
http://sariwangi.wordpress.com
Allamanda Syifa said,
22 January 2010 at 10:41
happy blogging!!
Mengapa Harus Menulis « Garden of Psywar said,
22 January 2010 at 10:44
[...] January 22, 2010 · Filed under Uncategorized Copas dari blog orang lain [...]
simpel said,
14 February 2011 at 16:21
jadi tambah semangat belajar menulis mas, terima kasih artikelnya, ,, ,