Archive for February, 2009|Monthly archive page

Pelurusan Berita untuk Tulisan Sebelumnya

Assalamu’alaikum wrwb

Berdasarkan informasi dari beberapa kawan (si Om dan si Tante :D ) serta diperkuat oleh berita-berita yang dimuat oleh beberapa media (si X dan si Y) saya ingin meluruskan tulisan saya yang berjudul Belajar dari Ibrahim Bapaknya Ponari.

Di tulisan tersebut, saya mengatakan bahwa Master of Marketing Strategy dari “Mbah” Ponari adalah Bapaknya Ponari, atau Pak Kasmin, atau Abu Ponari (ini sih istilah yang saya buat sendiri :D ). Berdasarkan data yang saya dapatkan kemudian, maka sebenarnya Master of Marketing Strategy “Mbah” Ponari adalah tetangganya yang masih merupakan keluarganya sendiri.

Demikian pelurusan berita yang saya buat. Terimakasih atas bantuan dan pengingatan dari saudara-saudara dan saya mohon maaf atas kesalahan berita tersebut.

Wassalamu’alaikum wrwb

Belajar dari Ibrahim Bapaknya Ponari

Catatan Puenting: Ada fakta yang salah dalam tulisan di bawah ini. Pelurusan berita bisa dibaca di sini.

Bismillahirrohmanirrohim

Mari to the point saja. Asumsi saya, kalian sudah baca berita tentang fenomena Batu Ajaib Ponari. Oke, apa yang kita bisa pelajari dari kasus Dukun Cilik Ponari?

  1. Masyarakat terjebak pada pragmatisme berpikir. Inginnya serba instan meski tidak masuk akal.
  2. Pemahaman ilmu yang rendah. Baik ilmu kedokteran maupun ilmu akidah.
  3. Kekuatan media yang powerfull. Semakin gencar media memberitakan suatu kejadian, semakin ramai orang mengomentari. Semuanya masih ingat kan ketika Aa’ Gym memilih untuk berpoligami?! Sampai-sampai presiden pun mau turun tangan. Hadooh…!
  4. Budaya meniru yang build in dalam masyarakat, walaupun meniru hal yang negatif. Sejak Ponari masyur, sudah ada beberapa “dukun” yang mengaku punya kekuatan yang sama. Bahkan ada yang mengaku batunya adalah pasangan dari batu Ponari.
  5. Apa lagi coba???

Tapi kali ini saya ingin memandang dari sudut pandang lain. Jadi, salah satu hal yang bisa kita pelajari dari kasus Ponari adalah Bagaimana Bapaknya Ponari peluang sehingga mampu memasarkan “produk” anaknya dengan target pasar orang-orang Indonesia.

Saya yakin, Bapaknya Ponari (namanya Pak Kamsin) tau bahwa penduduk Indonesia masih banyak yang percaya klenik, masih banyak yang pragmatis, sukanya yang instan-instan. Di saat kita baru menyadari hikmah setelah fenomena terjadi, Pak Kamsin sudah mempelajari hikmah itu justru untuk membuat fenomena terjadi. Beliau seorang marketer yang handal bukan??

Bicara tentang marketing, prinsip utama marketing adalah membuat pelanggan membeli barang kita, entah karena butuh, ingin, atau terpaksa. Dan hebatnya, Pak Kasmin atau Abu Ponari ini mengerti ilmunya bagaimana membuat masyarakat merasa butuh batu ajaib itu.

Simpulannya, kalau kamu ingin barang daganganmu laku, salah satu caranya adalah tiru caranya Abu Ponari: 1. pahami karakter masyarakat, 2. sediakan apa yang mereka inginkan, 3. buat iklan yang cocok dengan karakter target pasar (seperti, “batu ini sakti lho..!!!”), 4. gunakan media masa sebagai alat iklan gratisan.

Saya jadi tersadar bahwa setiap Rosul itu diutus dengan menggunakan bahasa kaumnya.

Bagaimana? Adakah yang salah dari tulisan saya?

Belajar! Ga Pake Nunggu!

Bismillahirrohaminirrohim…

persamaan-energi“Kalau nunggu ngerti gunanya belajar Fisika, ya kamu akan terlambat belajar Fisika.”, kata Prof. Benyamin Kusumoputro, Drs., M.Eng., Dr.Eng diikuti oleh cengiran tawa teman-teman sekelas.

Asik juga belajar Neural Network alias Jaringan Syarat Tiruan. Tapi justru bukan itu yang paling membuat saya tertarik (saya tetap sangat tertarik dengan bidang ini). Humor-humor sindiran yang diucapkan Pak Ben (begitulah kami biasa memanggil sang Profesor) adalah yang terbaik.

Kalimat di atas, kalau dalam bahasa kita mungkin akan berbunyi, “If I wait for you until you get your purpose in learning, it will be forever.”

Ya…, kalau kita menunggu mengerti apa guna hal-hal yang harus kita pelajari maka kita akan ketinggalan jauh. Bukankah ilmu Allah itu luas, sampai air 7 samudra saja kalau dijadikan tinta tak cukup untuk menuliskannya (akhirnya dapat juga).

Jadi, kata terlambat belajar memang ada, tapi tak usah dipakai. Kata menyerah, dalam kamus hidup kita memang ada, tapi tak perlu digunakan. What do you think?

Stupid Paper, Trik Praktis Mencatat “To Do List”

(Tulisan ini juga saya publikasikan di IlmuGratisan.com. Main-main ke sana saja. Banyak tutorial, tips, dan trik baru yang tidak saya publikasikan ulang di sini :D )

Bismillahirrohmanirrohim…

Okey, tak perlu basa-basi. Langsung saja! Inilah bendanya yang saya sebut Stupid Paper.
kertas bego' aka stupid paper

Stupid paper di atas adalah milik saya. Guna stupid paper adalah untuk mencatat hal-hal yang perlu kita lakukan. Mulai dari hal besar seperti skripsi atau menulis LPJ sampai hal kecil seperti sms seseorang.

Trik stupid paper ini saya dapatkan dari Konsultan Nurul Fikri Group, Arief Munandar ME. Terimakasih saya ucapkan untuk beliau. Okey, langsung kita mulai bagaimana cara membuat dan menggunakan stupid paper: Read more »

Tips Membuat Tombol Share on Facebook

Assalamu’alaikum wr wb

Kompas.com, AnakUI.com, AyoNgeblog.com, dan sekarang IlmuGratisan.com sudah mengadopsi fitur Share on Facebook. Dengan mengaktifkan menekan tombol Share on Facebook, pembaca bisa menampilkan cuplikan tulisan, berita, atau artikelĀ  suatu blog/situs di akun Facebooknya.

Contohnya, kamu bisa menampilkan cuplikan ini dengan menekan tombol share on facebook. Pertanyaan utamanya adalah: Bagaimana cara membuat atau mengaktifkan fitur Share on Facebook di blog atau situs kamu? Read more »