Archive for April 7th, 2008|Daily archive page

Palang Pintu ala Betawi

Assalamualaikum wr. wb.

Ingat taekwondo, jadi ingat silat. Jadi rindu.
Jadi ingat juga ritual kawinan di sinetron-sinetron dengan latar budaya betawi. Sering banget ada adu pantun antara pihak lelaki vs wanita. Lalu adu silat. Penasaran. Terus, nyarilah ke google dan dapatlah artikel ini.

————————————————————-

Palang Pintu

Adu silat adalah salah satu adegan yang selalu muncul pada kesenian Palang Pintu.

Perkawinan, adalah salah satu perjalanan manusia yang dianggap sakral oleh masyarakat Betawi. Saking sakralnya, maka ada beberapa prosesi yang harus dilalui kedua mempelai
menjelang pernikahannya. Salah satunya adalah Palang Pintu.

Upacara pernikahan diawali dengan arak-arakkan calon pengantin pria menuju ke rumah calon istrinya. Dalam arak-arakan itu, selain iringan rebana ketimpring juga diikuti barisan sejumlah kerabat yang membawa sejumlah seserahan mulai dari roti buaya yang melambangkan kesetiaan abadi, sayur-mayur, uang, jajanan khas Betawi, dan pakaian.

Selain itu, perlengkapan kamar pengantin yang berat seperti tempat tidur serta lemari juga dibawa dalam prosesi arak-arakkan. Tradisi Palang Pintu ini merupakan pelengkap saat pengantin pria yang disebut “tuan raja mude” hendak memasuki rumah pengantin wanita atawa “tuan putri”. Nah, saat hendak masuk kediaman pengantin putri itulah, pihak pengantin wanita akan menghadang.

Awalnya, terjadi dialog yang sopan. Masing-masing saling bertukar salam, masing-masing saling mendoakan. Sampai akhirnya pelan-pelan situasi memanas lantaran pihak pengantin perempun ingin menguji kesaktian dan juga kepandaian pihak pengantin laki-laki dalam berilmu silat dan mengaji.

Baku hantam pun terjadi bakbukbakbuk…….