Archive for March 19th, 2008|Daily archive page

Mozaik – mozaik Kosmik

Copy Paste dari Asti Latifa– dengan seizin penulis puisi.

Mozaik – mozaik Kosmik

 

*Asti Latifa Sofi*

 

 

 

Adanya bermula dari sebuah titik

Berpaut runut menjadi garis

Mewujudlah ia sebongkah mozaik

Bersenyawa dalam keterikatan kosmik

Buah cinta dari Penguasa semesta

 

Adanya bermula dari segumpal darah

Melalui sketsa kuasa-Nya

Terpahat jiwa nan sempurna

Ditiupkan ruh padanya

Untuk menoreh catatan sejarah sebagai khalifah

 

Titik dan darah menjadi saksi bagi semesta

Bukti keagungan melalui seni bercita rasa

Ditoreh dan disulam dengan cinta

Kita  pun menjadi lukisan semesta…

 

Maka jangan tanyakan mengapa kita hanyalah sebuah titik dan segumpal darah

Karena Ia berkehendak agar kita senantiasa kecil

Agar dalam ketinggian akan pencapaian, kita tetap merendah

Pun agar dalam kelemahan kita menguap dari gelisah

Bagai titik-titik embun

Yang menguap di jendela kaca

 

Maka, jangan tanyakan pula mengapa kita berbeda

Karena Sang Pelukis tengah mencipta keindahan

Pada eksotisitas yang telah lama Ia rancang

 

Kita hanyalah sebuah titik dan segumpal darah…

Yang tak kuasa kala cahaya menghilang

Maka mewujudlah segala perbedaan dalam sinar terang

Agar sketsa alam kian mewujud

Karena demikianlah yang dikehendaki alam Surgawi

Bahwa semua telah dipasangkan…

 

Kita adalah mozaik-mozaik kosmik

Melalui perbedaan, kita tengah melukis alam

Bersama menjadi satu dalam sebuah bingkai waktu

Membentuk lambang cinta bagi Sang Maestro

Melalui peran sebagai sepasang khalifah…

 

Maka kini, aku hanya bisa menanti

Pada setiap warna yang datang

Untuk kucocokkan agar serasi

Atau terbias sehingga tercipta harmoni lain yang lebih indah

Hingga saatnya kita menjadi mozaik kosmik nan utuh

Penuh gairah menebar amanah cinta untuk dunia…

 

 

Kamar penyuplai cinta untuk dunia,

15 Maret 2008, pukul 00.00 WIB

 

 

”Pernikahan adalah sebuah perjalanan tanpa henti,  tentang saling memberi dan berbagi, saling menghormati, dan saling menguatkan…” (Aulia Dana)

Puisi ini ditulis di oleh Asti Latifa Sofi, Mahasiswa Prodi Sastra Arab’05 Fak. Ilmu Budaya UI.