Archive for March 6th, 2008|Daily archive page

Berdiskusi dengan Seorang Taufik Bahaudin

Berdiskusi dengan seorang Taufik Bahaudin, Dirut Brainware Management, memang suatu hal yang mengasyikkan. Gaya bicaranya yang blak-blakan sangat efektif untuk menghindari peserta salah tangkap materi.

Diskusi dimulai sekitar pukul 19.05. Yup, jadwal yang janggal untuk anak-anak PPSDMS Reg.I. Pada umumnya jadwal diskusi tokoh, diskusi pasca-kampus, ataupun kegiatan lainnya yang mengambil waktu malam dimulai pukul 20.00. Jadwal pada 19.05 muncul untuk mengapresiasi waktu pribadi Pak Taufik Bahaudin yang bersedia berbagi di malam hari dengan PPSDMS walau rumah beliau ada di Cikarang.

Malam itu, Pak Taufik member judul presentasinya dengan nama “Membangun Mind-Set Baru Menghadapi Kehidupan yang Profesional, Kompetitif, dan Kontributif Pasca-Kampus”. Judul yang membuat saya (dan mungkin juga saudara-saudara saya di PPSDMS) tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut. Mengingat kehidupan pasca-kampus dan juga dakwah pasca-kampus memiliki periode yang jauh lebih panjang, menantang, dan mengerikan dari pada kehidupan kampus dan dakwah kampus.

Jadi inget… umur da’i tidak sepanjang umur dakwahnya.

Lompat sebentar ke perihal kehidupan pasca-kampus. Kehidupan pasca-kampus, lebih panjang karena pada umumnya masa kuliah (S1) hanya sekitar 4 tahun. Lebih menantang karena di fase pasca-kampus kita dituntut mengejawantahkan ilmu, yang selama 4 tahun dipelajari di bangku kuliah ke dalam kehidupan nyata (pekerjaan). Dan lebih mengerikan karena godaan terhadap idealisme, yang selama ini menjadi kebanggaan mahasiswa, menjadi lebih besar, nyata, dan ada di depan kita.

Ya…! Ada tahta/jabatan, harta (kalau korupsi bisa gak tanggung-tanggung lagi, malah korupsinya sudah tersistem), dan wanita (namanya juga laki-laki NORMAL).More...

Sudah ah!…Dah kebanyakan ngomong sendiri.

Pak Taufik memulai diskusi dengan menceritakan riwayat dirinya sebagai mahasiswa angkatan 66. Bla…bla…bla…., nunggu slide dari bang aji.

Saya tuliskan beberapa poin saja dari presentasi Pak Taufik malam itu.

Pertama, how you think is how you act and who you are. Kalimat ini, dalam kehidupan sehari-hari ala aktivis mahasiswa, sering kita kenal dengan nama integritas. Seorang pemimpin yang baik pasti punya integritas yang baik. Integritas diri adalah keterhubungan antara pola pikir seorang individu dan pilihan perilaku yang diambilnya. Perilaku yang muncul itulah yang menggambarkan siapa sebenarnya individu tersebut.

Jadi bila kita simpulkan, siapa diri kita ditentukan oleh pilihan perilaku kita. Dan pilihan perilaku tersebut diarahkan secara tidak sadar oleh pola pikir. Pola piker adalah alur berpikir atau template berpikir dalam menanggapi rangsangan luar dan pemilihan reaksi terhadap rangsangan tersebut. Pola pikir dalam kaidah bahasa Arab sering kita pahami sebagai akhlak.

Pak Taufik Bahaudin merumuskan pengaruh pola pikir terhadap pilihan tindakan sebagai berikut :

Behaviourindividu/group = f (Mind – Setindividu/group)

Rumusan ini telah dipatenkan oleh Pak Taufik pada tahun 1999. Lompat sebentar mengenai hak paten ini, Pak Taufik sempat berseloroh, mungkin dialah konsultan yang paling banyak memiliki hak paten di republik ini.

Poin kedua, don’t raise the black kambing alias jangan memelihara kambing hitam. Ini poin yang jadi favorit saya. Poin ini juga sering diutarakan oleh Pak Arif Munandar, mantan GM Brainware Management, salah satu perusahaan konsultan di Jakarta, dalam Training Pengembangan Diri PPSDMS NF.

Memelihara black kambing, insya Allah lain kali akan saya tulis lebih detailnya. Untuk saat ini, singkatnya, ungkapan tersebut ditujukan pada tindakan-tindakan yang bertujuan memberi pemakluman atau pemafaan pada kegagalan/kelemahan diri/kelompok sendiri dengan menjadikan faktor luar sebagai penyebab.

Contohnya :

  1. Kalo mau ngapalin Qur’an, paling enak tuh pas pagi-pagi. Otak masih fresh. Suasana masih seger. Kan ada yg bilang kalau di pagi hari otak kita mudah untuk mencerna sesuatu. Tapi…., sayang banget rumah ane jauh dari kampus. Jadi jam 6 dah harus take off. Jadi ga bisa deh ngapalin Qur’an.
  2. Seoranga staf humas diminta manajernya untuk membuatkan janji bertemu antara sang manajer dengan seorang tokoh. Staf humas ini menyanggupi (mungkin terpaksa menyanggupi, namanya juga kerjaan..). Saat ditanya hasilnya seminggu kemudian, dia menjawab, “Pak, orangnya sudah saya telpon, tapi ga’ diangkat. Saya coba tanya sekretarisnya, katanya,”Bapak sedang meeting. Maaf ya…!”. Terus, saya sudah coba bla…bla…bla...”. Nah, begitulah yang disampaikan si staf humas. Alasan-alasan yang ditujukan untuk memaklumkan kegagalan dirinya dalam membuatkan janji.
  3. Dll…

Poin ketiga, …..entar. Insya Allah disambung lagi.

Ternyata, saya pribadi masih hobi memelihara black kambing. Aduh….!

Sampai di sini dulu. Semoga bermanfaat.

wassalamualaikum wr wb.