Archive for March, 2008|Monthly archive page
Tutorial DPBO 1 April
public class TutorialSekian
{
public static void main(String [] args) //throws Exception
{
int i = 7;
int array [] = {1,2,3,4,5};
try
{
for(int x = 0; x<i; x++)
{
System.out.println(array[x]);
}
}
catch(Exception e)
{
System.out.println(e);
}
System.out.println(“hore”);
}
}
Ilmu Komputer! … Masuknya Sulit, Fasilkom!
Assalamualaikum wr wb
Untuk anak2 Fasilkom,
Pernah dengar judul di atas? Atau bahkan pernah ngomongin (neriakin sebenarnya…
)?
Ada yang belum? Kalau belum, kemana sajakah Anda selama ini?!
Sebagian besar dari kita pasti pernah lihat :
jaket ini
, apalagi ini
.
Tapi apakah pernah ada yang lihat kaos ini
?!
Kemarin, hari kamis lalu, Yans bersih-bersih musholah. Dan dia nemu beberapa kaos Fasilkom. Salah satunya yang gw tempel itu. G tau ini kaos dicetak taon berapa.
Keren ya….!
Bagaimana menurut kalian?
Peribahasa “Sebuah” Kekayaan Bangsa
Saat wacana “pornografi” mencuat, saya justru memilih untuk membahas budaya. Sudah cukup banyak saudara-saudaraku (Chandra, Kamal, Charles, dll) yang menguliti wacana ini.
Nusantara begitu kaya akan peribahasa. Dan lebih kaya lagi karena tiap-tiap budaya daerah memiliki peribahasa sendiri-sendiri. Mantabz…! Apalagi telah dikenal sepanjang zaman bahwa rumpun bangsa di nusantara adalah masyarakat dengan budaya lisan yang kuat (bukankah kita lebih suka berdiskusi dari pada membaca??).
Saya hanya tulis beberapa (peribahasa) dari beberapa (budaya). Jawa, Sunda, Minang, Ambon, Aceh, Melayu, Tionghoa, Makasar, Madura. Itu saya dapat dari teman atau baca artikel orang.
Orang Sunda bilang “cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok” – air yang menetesi batu, lama-lama membentuk cekungan/lubang. Kalau ditafsirkan menjadi sesuatu yang sulit bila dilakukan terus menerus akhirnya berhasil juga. “Agul ku payung butut”: bangga dengan keburukan sendiri.
Pernah dengar peribahasa
“witing trisno jalaran soko kulino” (tau lah… ). “Alon-alon angger kelakon”, cukup jelas…
? “Adigang, adigung, adiguna” : orang yang menggunakan keunggulannya–kekutan, pangkat, keindahan fisik, kekayaan untuk menyelesaikan masalah. ”Dhemit ora ndulit, setan ora doyan” : perbuatan yang sangat buruk sehingga demit dan setan pun tak mau melakukan
.
“Sugih tanpa bandha, digdaya tanpa aji, nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake” : orang yang luar biasa berharga. Dirinya lebih berharga dari harta, lebih bermanfaat dari pada ilmu apapun, berani bertarung meski sendiri karena membela kebenaran, dan kalau menang maka menang tanpa merendahkan martabat lawan. Sebenarnya dua yg pertama itu pepatah sih
. Itu kata orang Jawa.
Orang Minang punya prinsip “alam takambang jadi guru”: pribahasa utama orang Minangkabau . Artinya …
Gambar-gambar Lucu… biarin dah walau repost
Assalamualaikum wr wb
Met sore semuanya…
Sebelum sholat maghrib, gw posting dulu ah!
Akhir-akhir ini gw lagi suka copy paste. Biarin dah…
Ini gambar-gambar gw dp dari treat “Kumpulin Gambar2 Lucu yux! ^_^ ! No Porn Here”. Gw pilih yg gw suka aja.
Emang ada yg dah sering beredar di dunia ghaib (baca : maya), tp gw masih suka aja ngliatnya…
Biar kita jadi bos!

Transformer Punye Gaye !

Mozaik – mozaik Kosmik
Copy Paste dari Asti Latifa– dengan seizin penulis puisi.
Mozaik – mozaik Kosmik
*Asti Latifa Sofi*
Adanya bermula dari sebuah titik
Berpaut runut menjadi garis
Mewujudlah ia sebongkah mozaik
Bersenyawa dalam keterikatan kosmik
Buah cinta dari Penguasa semesta
Adanya bermula dari segumpal darah
Melalui sketsa kuasa-Nya
Terpahat jiwa nan sempurna
Ditiupkan ruh padanya
Untuk menoreh catatan sejarah sebagai khalifah
Titik dan darah menjadi saksi bagi semesta
Bukti keagungan melalui seni bercita rasa
Ditoreh dan disulam dengan cinta
Kita pun menjadi lukisan semesta…
Maka jangan tanyakan mengapa kita hanyalah sebuah titik dan segumpal darah
Karena Ia berkehendak agar kita senantiasa kecil
Agar dalam ketinggian akan pencapaian, kita tetap merendah
Pun agar dalam kelemahan kita menguap dari gelisah
Bagai titik-titik embun
Yang menguap di jendela kaca
Maka, jangan tanyakan pula mengapa kita berbeda
Karena Sang Pelukis tengah mencipta keindahan
Pada eksotisitas yang telah lama Ia rancang
Kita hanyalah sebuah titik dan segumpal darah…
Yang tak kuasa kala cahaya menghilang
Maka mewujudlah segala perbedaan dalam sinar terang
Agar sketsa alam kian mewujud
Karena demikianlah yang dikehendaki alam Surgawi
Bahwa semua telah dipasangkan…
Kita adalah mozaik-mozaik kosmik
Melalui perbedaan, kita tengah melukis alam
Bersama menjadi satu dalam sebuah bingkai waktu
Membentuk lambang cinta bagi Sang Maestro
Melalui peran sebagai sepasang khalifah…
Maka kini, aku hanya bisa menanti
Pada setiap warna yang datang
Untuk kucocokkan agar serasi
Atau terbias sehingga tercipta harmoni lain yang lebih indah
Hingga saatnya kita menjadi mozaik kosmik nan utuh
Penuh gairah menebar amanah cinta untuk dunia…
Kamar penyuplai cinta untuk dunia,
15 Maret 2008, pukul 00.00 WIB
”Pernikahan adalah sebuah perjalanan tanpa henti, tentang saling memberi dan berbagi, saling menghormati, dan saling menguatkan…” (Aulia Dana)
Puisi ini ditulis di oleh Asti Latifa Sofi, Mahasiswa Prodi Sastra Arab’05 Fak. Ilmu Budaya UI.
Berdiskusi dengan Seorang Taufik Bahaudin
Berdiskusi dengan seorang Taufik Bahaudin, Dirut Brainware Management, memang suatu hal yang mengasyikkan. Gaya bicaranya yang blak-blakan sangat efektif untuk menghindari peserta salah tangkap materi.
Diskusi dimulai sekitar pukul 19.05. Yup, jadwal yang janggal untuk anak-anak PPSDMS Reg.I. Pada umumnya jadwal diskusi tokoh, diskusi pasca-kampus, ataupun kegiatan lainnya yang mengambil waktu malam dimulai pukul 20.00. Jadwal pada 19.05 muncul untuk mengapresiasi waktu pribadi Pak Taufik Bahaudin yang bersedia berbagi di malam hari dengan PPSDMS walau rumah beliau ada di Cikarang.
Malam itu, Pak Taufik member judul presentasinya dengan nama “Membangun Mind-Set Baru Menghadapi Kehidupan yang Profesional, Kompetitif, dan Kontributif Pasca-Kampus”. Judul yang membuat saya (dan mungkin juga saudara-saudara saya di PPSDMS) tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut. Mengingat kehidupan pasca-kampus dan juga dakwah pasca-kampus memiliki periode yang jauh lebih panjang, menantang, dan mengerikan dari pada kehidupan kampus dan dakwah kampus.
Jadi inget… umur da’i tidak sepanjang umur dakwahnya.
Lompat sebentar ke perihal kehidupan pasca-kampus. Kehidupan pasca-kampus, lebih panjang karena pada umumnya masa kuliah (S1) hanya sekitar 4 tahun. Lebih menantang karena di fase pasca-kampus kita dituntut mengejawantahkan ilmu, yang selama 4 tahun dipelajari di bangku kuliah ke dalam kehidupan nyata (pekerjaan). Dan lebih mengerikan karena godaan terhadap idealisme, yang selama ini menjadi kebanggaan mahasiswa, menjadi lebih besar, nyata, dan ada di depan kita.
Ya…! Ada tahta/jabatan, harta (kalau korupsi bisa gak tanggung-tanggung lagi, malah korupsinya sudah tersistem), dan wanita (namanya juga laki-laki NORMAL).![]()
Sudah ah!…Dah kebanyakan ngomong sendiri.
Pak Taufik memulai diskusi dengan menceritakan riwayat dirinya sebagai mahasiswa angkatan 66. Bla…bla…bla…., nunggu slide dari bang aji.
Saya tuliskan beberapa poin saja dari presentasi Pak Taufik malam itu.
Pertama, how you think is how you act and who you are. Kalimat ini, dalam kehidupan sehari-hari ala aktivis mahasiswa, sering kita kenal dengan nama integritas. Seorang pemimpin yang baik pasti punya integritas yang baik. Integritas diri adalah keterhubungan antara pola pikir seorang individu dan pilihan perilaku yang diambilnya. Perilaku yang muncul itulah yang menggambarkan siapa sebenarnya individu tersebut.
Jadi bila kita simpulkan, siapa diri kita ditentukan oleh pilihan perilaku kita. Dan pilihan perilaku tersebut diarahkan secara tidak sadar oleh pola pikir. Pola piker adalah alur berpikir atau template berpikir dalam menanggapi rangsangan luar dan pemilihan reaksi terhadap rangsangan tersebut. Pola pikir dalam kaidah bahasa Arab sering kita pahami sebagai akhlak.
Pak Taufik Bahaudin merumuskan pengaruh pola pikir terhadap pilihan tindakan sebagai berikut :
Behaviourindividu/group = f (Mind – Setindividu/group)
Rumusan ini telah dipatenkan oleh Pak Taufik pada tahun 1999. Lompat sebentar mengenai hak paten ini, Pak Taufik sempat berseloroh, mungkin dialah konsultan yang paling banyak memiliki hak paten di republik ini.
Poin kedua, don’t raise the black kambing alias jangan memelihara kambing hitam. Ini poin yang jadi favorit saya. Poin ini juga sering diutarakan oleh Pak Arif Munandar, mantan GM Brainware Management, salah satu perusahaan konsultan di Jakarta, dalam Training Pengembangan Diri PPSDMS NF.
Memelihara black kambing, insya Allah lain kali akan saya tulis lebih detailnya. Untuk saat ini, singkatnya, ungkapan tersebut ditujukan pada tindakan-tindakan yang bertujuan memberi pemakluman atau pemafaan pada kegagalan/kelemahan diri/kelompok sendiri dengan menjadikan faktor luar sebagai penyebab.
Contohnya :
- Kalo mau ngapalin Qur’an, paling enak tuh pas pagi-pagi. Otak masih fresh. Suasana masih seger. Kan ada yg bilang kalau di pagi hari otak kita mudah untuk mencerna sesuatu. Tapi…., sayang banget rumah ane jauh dari kampus. Jadi jam 6 dah harus take off. Jadi ga bisa deh ngapalin Qur’an.
- Seoranga staf humas diminta manajernya untuk membuatkan janji bertemu antara sang manajer dengan seorang tokoh. Staf humas ini menyanggupi (mungkin terpaksa menyanggupi, namanya juga kerjaan..). Saat ditanya hasilnya seminggu kemudian, dia menjawab, “Pak, orangnya sudah saya telpon, tapi ga’ diangkat. Saya coba tanya sekretarisnya, katanya,”Bapak sedang meeting. Maaf ya…!”. Terus, saya sudah coba bla…bla…bla...”. Nah, begitulah yang disampaikan si staf humas. Alasan-alasan yang ditujukan untuk memaklumkan kegagalan dirinya dalam membuatkan janji.
- Dll…
Poin ketiga, …..entar. Insya Allah disambung lagi.
Ternyata, saya pribadi masih hobi memelihara black kambing. Aduh….!
Sampai di sini dulu. Semoga bermanfaat.
wassalamualaikum wr wb.
Comments (11)
Comments (15)


Comments (24)














